Ditulis oleh 2:22 pm SAINS

Teknologi Dalam Pandemi

Selain pendidikan dan pekerjaan, kemampuan teknologi untuk memungkinkan interaksi tatap muka antara individu memberikan kesempatan untuk mempertahankan kontak dengan teman dan keluarga, serta untuk melakukan hobi masing-masing.

Umat manusia seakan semakin diperlihatkan, bahwa keberadaan teknologi kini lebih dibutuhkan tatkala sedang menghadapi Pandemi Global Virus Corona, yang mengharuskan dilakukannya lockdown dan pembatasan sosial. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, sosialisasi hingga hiburan, kini kesemuanya mengandalkan teknologi agar dapat tetap menjalankannya. Apakah ini awal dari suatu “pola hidup baru”?

Melanjutkan Kegiatan

Salah satu peran teknologi yang paling terlihat dan membantu kita untuk terus terhubung meski sedang membatasi diri dari kontak langsung adalah penggunaan platform seperti Skype, Zoom, Google Meet, dan yang sejenisnya. Platform ini memungkinkan kegiatan pembelajaran sekolah dan kegiatan lain tetap berjalan selama pandemi ini.

Bila teknologi tersebut tidak ada, tentu banyak murid sekolah yang terpaksa mengedukasi diri mereka sendiri. Hal ini pun sebenarnya tidaklah mudah tanpa adanya akses informasi online, seperti layaknya e-book dan sumber informasi lainnya. Sangatlah jelas pentingnya peran teknologi bagi para murid, baik mahasiswa maupun pelajar sekolah, yang berfungsi sebagai penjaga agar lockdown dan pembatasan sosial tidak mengakhiri pembelajaran mereka.

Hal serupa juga berlaku di dunia kerja, dimana banyak yang harus bekerja dari rumah. Platform panggilan video memungkinkan perusahaan untuk menyelenggarakan pertemuan dengan anggotanya dari lokasi berbeda dari berbagai penjuru daerah. Ini memungkinkan karyawan untuk tetap melakukan pekerjaan mereka dari rumah, sembari tetap menjaga koordinasi dan bekerja secara efektif satu sama lain, hal yang biasanya dilakukan di ruang kerja bersama di kantor.

Selain pendidikan dan pekerjaan, kemampuan teknologi untuk memungkinkan interaksi tatap muka antara individu memberikan kesempatan untuk mempertahankan kontak dengan teman dan keluarga, serta untuk melakukan hobi masing-masing. Teknologi juga penting untuk memungkinkan akses pada bantuan medis dan sosial yang tertahan karena pembatasan sosial tanpa menempatkan diri mereka, atau orang lain dari risiko yang tidak diinginkan, layaknya mahasiswa dan karyawan kantor yang saat ini sedang dikarantina di rumah.

Penyemangat dan menemani

Pemisahan dalam waktu lama mungkin akan berdampak secara mental bagi sebagian orang. Pemisahan fisik dari orang-orang terkasih, ditambah dengan rasa takut oleh pandemi, serta kurangnya interaksi sosial hanyalah beberapa efek dari pandemi ini yang dapat mempengaruhi pola pikir orang-orang sehingga meningkatkan kasus-kasus masalah yang berhubungan dengan kesehatan mental.

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah psikolog mengatakan bahwa penggunaan teknologi mempengaruhi kesehatan mental penggunanya, utamanya pada generasi muda yang secara konstan menggunakan media sosial. Namun, selama Lockdown, teknologi membuktikan dirinya sangatlah penting dan berharga, bahkan bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental. Media sosial memungkinkan untuk tetap terhubung dengan teman dan orang yang dicintai, sementara saluran bantuan dan ruang obrolan online memungkinkan untuk mengakses bantuan kepada mereka yang dapat membantu.

Selain memungkinkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa meninggalkan rumah melalui layanan seperti belanja online dan kegiatan perbankan, teknologi telah terbukti vital dalam kelanjutan hobi dan kehidupan sosial di masyarakat. Mulai dari latihan paduan suara virtual, tim olahraga yang menggunakan latihan online untuk menggantikan pelatihan reguler mereka, hingga debat online, menunjukkan kemampuan teknologi yang memungkinkan kita untuk melanjutkan semua kegiatan-kegiatan rutin, tanpa meninggalkan rumah. Banyak juga dalam lingkar universitas yang menggunakan podcast atau Zoom untuk menyelenggarakan acara-acara mereka, dan memungkinkan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dari sebelumnya.

Kendala

Lockdown dan pembatasan sosial mungkin semakin jelas memperlihatkan betapa pentingnya teknologi bagi masyarakat. Namun, disamping itu, kita juga perlu meningat bahwa hal ini belumlah merata. Tidak semua individu memiliki akses kepada perangkat teknologi yang mampu mendapatkan manfaat sosial, pendidikan, dan hiburan.

Sebagai contoh, terdapat kenyataan bahwa banyak anak-anak banyak yang tidak dapat mengakses komputer atau laptop untuk melakukan pelajaran online. Begitu juga dengan mereka yang tidak memiliki alat komunikasi yang memungkinkan mereka untuk bertatap muka dengan orang lain.

Oleh karenanya, pada saat kita tetap dapat melakukan kegiatan seperti panggilan video, kelas online, dan aktivitas sosial lainnya secara online, perlu dipikirkan cara agar terjadi pemerataan akses. Hal ini penting agar tidak memperburuk ketidaksetaraan yang telah ada di masyarakat. Apakah hal ini dapat diatasi? Mungkin pada masa depan nanti. (sumber situs oxfordstudent)

(Visited 115 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 8 Juni 2020
Close