Ditulis oleh 10:26 am KABAR

Teknologi dan Manusia

Kini, kita dapat merasakan bahwa dunia yang luas terasa semakin sempit dan jarak yang jauh terasa dekat akibat dari adanya teknologi.

Kemajuan dan terus berkembangnya teknologi telah memberikan banyak perubahan di dalam tataran kehidupan masyarakat global saat ini. Baik mereka yang hidup di daerah metropolitan atau di daerah pedesaan sekalipun, semua merasakan dampak dari adanya teknologi. Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus menyadari bahwa teknologi pada dasarnya tidak hanya membawa dampak positif berupa kemudahan dalam segala aspek kehidupan, sebaliknya, ia juga bisa memberikan dampak yang negatif (merugikan) jika tidak digunakan secara bijak dan baik.

Bicara mengenai teknologi, pasti tidak jauh-jauh dari pembahasan seputar kreativitas. Pasalnya, kreativitas menjadi embrio dari terciptanya teknologi yang saat ini terus tumbuh dan berkembang. Hingga, kita bisa rasakan dampak dari hadirnya teknologi yang sudah banyak merubah kebiasaan manusia sebelumnya. Artinya, teknologi tanpa kreativitas ia akan sulit berkembang, bahkan tidak akan bisa dilahirkan. Lalu pertanyaannya saat ini, siapa yang memiliki kreativitas? Jawabannya adalah manusia – diri kita.

Menusia menjadi sumber daya potensial yang mampu memproduksi kreativitas. Kita bisa melihat seperti lahirnya internet, komputer, smartphone, youtube, facebook, dan TikTok, semuanya merupakan hasil dari buah kreativitas yang dimiliki oleh manusia. Sehingga, tidak mengherankan jika manusia menjadi faktor terpenting dari lahirnya era digitalisasi, dimana teknologi berperan penting dalam kehidupan manusia.

Kini, kita dapat merasakan bahwa dunia yang luas terasa semakin sempit dan jarak yang jauh terasa dekat akibat dari adanya teknologi. Komunikasi dapat dijalin dengan mudah melalui smartphone dan berbagai aplikasi seperti WhatsApp (WA), Zoom Meeting, dan Google Meet meskipun kita sedang berada di gedung yang berbeda bahkan di benua yang terpisah jauh sekalipun.

Belum kita berbicara tentang teknologi muktahir lainnya seperti kereta cepat, Big Data, Artificial Intelligence, dan robot yang semakin dekat dengan kehidupan kita. Inilah kedahsyatan teknologi yang ada saat ini, dimana ia mampu memberikan kemudahan dan kecepatan bagi manusia dalam menjalankan aktivitas.

Namun, di sisi lain juga, kreativitas kerap disalahgunakan untuk menghadirkan tindakan-tindakan negatif – kriminalitas. Misalnya seperti tindakan pembobolan mesin ATM, peretasan akun, dan penyebaran berita hoax di media sosial. Disamping itu, hadirnya bermacam-macam aplikasi secara prinsipil mendorong manusia untuk menyerahkan data pribadinya kepada sistem yang ada. Seolah, sudah tidak ada lagi sekat dan semua terlihat transparan sebab data pribadi kita dapat diakses oleh siapa saja. Artinya, ini menjadi hal yang buruk apabila privasi tidak bisa lagi dilindungi dengan baik dan pada akhirnya semuanya akan menjadi bebas tanpa ada batasan.

Sekarang, bisa kita rasakan bahwa informasi benar-benar dapat diakses dengan sangat mudah. Tapi, konsekuensinya adalah ada data yang diambil dan disebarluaskan. Tentu di sini, sistem teknologi yang berkembang saat ini telah bekerja dengan caranya masing-masing. Kemudian, menjadikan data sebagai aset yang sangat berharga, melebihi emas. Mengapa demikian? Karena dengan data semua dapat dipetakan dengan tepat dan akurat.

Kita dapat merasakannya saat ini, misalnya ketika kita ingin membeli barang di online shop, maka sistem atau aplikasi yang kita gunakan akan langsung memunculkan penawaran seputar barang yang kita butuhkan. Dan masih banyak lagi sistem yang bekerja memberikan penawaran barang/jasa tanpa kita harus mencarinya terlebih dahulu. Ini menandakan bahwa, data kita telah terekam oleh teknologi yang ada saat ini.

Kita harus memahami sedini mungkin bahwa teknologi hadir membawa pembaharuan dari kebiasaan lama manusia yang kemudian bertransformasi menuntut adanya kemudahan dan kecepatan dalam mobilitas kehidupan saat ini. Namun, di sisi lain, teknologi bagaikan pisau, ia bisa menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan manusia itu sendiri.

(Visited 13 times, 3 visits today)
Tag: , , Last modified: 18 Oktober 2020
Close