20.3 C
Yogyakarta
22 November 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Tembang Macapat Memberi Pelajaran Budi Pekerti Luhur (Bagian Dua)

6. Tembang Durma

Keyakinan harus dipegang teguh. Rasa percaya diri terkait dengan perjuangan hidup. Tembang durma umumnya digunakan untuk situasi yang sedang tegang, sereng, dan berani. Tembang durma sifatnya: tegang, marah, dendam. Gunanya untuk peringatan, peperangan, menantang. Bermakna Sima atau harimau dan diciptakan oleh Kanjeng Sunan Bonang.

Adapun guru lagu dan guru wilangannya sebagai berikut:

            Ridhu mangawur-awur wurahan
            Tengaraning ajurit
            Gung maguru gangsa teteg kadya butula
            Wor panjeriting turanggeng esthi
            Rekatak ingkang
            Duwaja lelayu sebit

Terjemahan:

            Suara riuh gemuruh
            Tanda para prajurit
            Bersahutan bunyi gamelan
            Bersamaan dengan kuda gajah
            Suaranya berserakan
            Dengan bendera yang berkibar-kibar

Suara tambur suling bendhe beri bersahutan. Perang segera dimulai. Tekad kuat semangat menyala. Mereka naik kuda gajah. Hendak mengalahkan musuh. Demi bangsa dan negara satriya utama mengorbankan jiwa raga. Kutipan tembang durma di atas cukup memberi semangat untuk berjuang.

Dalam perjuangan jangan tanggung-tanggung. Harus dengan sepenuh hati, supaya berhasil gemilang. Tembang macapat kerap dipakai untuk mengiringi pentas teater tradisional. Tentu saja harus disesuaikan dengan struktur drama. Kepercayaan diri di kalangan pemuda dapat dipupuk dengan pemantapan keilmuwan serta ketrampilan.

7. Tembang Maskumambang

Gembira dan sedih adalah kejadian yang biasa. Tuhan memberi kesempatan dan anugerah yang berlimpah ruah. Tembang maskumambang mempunyai arti demikian: mas berarti logam mulia, kumambang berarti terapung. Tafsir tembang ini mengandung makna bahwa kehidupan harus berakhir dengan keberuntungan.

Tembang maskumambang sifatnya: susah, merana, prihatin. Gunanya: mengungkapkan rasa susah. Bermakna kencana tumimbul dan diciptakan oleh Kanjeng Sunan Majagung. Oleh karenanya manusia diharap untuk berbuat baik semulia emas.

Contoh tembang Maskumambang:

            Gereng-gereng Gathutkaca sru anangis
            Sambatira melas arsa
            Luhnya marawayan mili
            Gung tinameng astanira

Terjemahan:

            Gemuruh suara Gathotkaca menangis
            Berkeluh kesah bikin kasihan
            Air mata bercucuran
            Besar menangkis dengan tangan

Segala pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dalam episode Abimanyu Kerem, digambarkan Raden Gathutkaca menangis histeris. Air mata mengalir deras. Tangan besar digunakan untuk membela diri. Betapa cintanya Gathutkaca pada Abimanyu. Kutipan tembang maskumambang di atas memberi petuah tentang rasa tanggung jawab. Segala pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Resiko yang merugikan harus dihindari jauh-jauh.

8. Tembang Pucung

Penyajian nasihat kadang-kadang perlu suasana humor. Pesan tingkat tinggi dikemas dengan bungkus estetika. Tembang pucung cocok untuk menyampaikan ajaran budi pekerti luhur. Suasana tembang pucung memang riang gembira. Tembang pucung sifatnya: mempunyai makna seenaknya, bersendau gurau. Bermakna kluwak, pucuk dan diciptakan oleh Kanjeng Sunan Gunungjati. Gunanya untuk kelakar, teka-teki lucu, petuah.

Contoh tembang Pucung:

            Ngelmu iku kelakone kanthi laku
            Lekase lawan kas
            Tegese kas nyantosani
            Setya budya pangekese dur angkara.

Terjemahan:

            Ilmu terlaksana dengan laku
            Berpangkal dari semangat
            Arti semangat menguatkan
            Setia pada darma mengikis angkara murka

Pembicaraan tentang ilmu laku menjadi tema sentral bagi Mangkunegara IV. Beliau menghendaki adanya keseimbangan antara faktor material, spiritual dan mental. Boleh berpikir global, tetapi berpijak pada gagasan lokal. Keduanya jangan sampai berbenturan. Setelah berusaha tak lupa berserah diri pada Tuhan, biar hati menjadi tenang. Kutipan tembang pucung di atas dihayati benar oleh para penghayat Jawa.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA