Tentang Ingatan Manusia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Hasil mereka menunjukkan bahwa kata-kata yang lebih mudah diingat lebih mirip secara semantik.

“Mengapa beberapa kata mungkin lebih mudah diingat daripada yang lain?”

Pernahkah terpikir mengapa kita dapat mengingat kata-kata tertentu ketimbang yang lain? Menurut penelitian, otak menggunakan cara yang serupa denga mesin pencari internet untuk mengingat kata-kata dan kenangan dari pengalaman masa lalu.

Ribuan kata-kata, berdesakan di dalam bank ingatan dan menunggu untuk ditarik dengan cepat untuk dimasukan ke dalam kalimat. Sebuah studi baru-baru ini, peneliti dari National Institutes of Health menemukan bahwa otak dapat menarik beberapa kata yang umum, seperti “tangki,” dan “pintu,” lebih sering daripada kata-kata yang lain, termasuk ” jalan,” dan “tangga.”

Dengan menggabungkan tes ingatan, rekaman gelombang otak, dan survei miliaran kata yang diterbitkan dalam buku, artikel berita, dan halaman ensiklopedia internet, para peneliti tidak hanya menunjukkan bagaimana otak mengingat kata-kata tetapi juga kenangan dari pengalaman masa lalu.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa kata jauh lebih mudah diingat daripada yang lain. Hasil ini mendukung gagasan bahwa ingatan manusia terhubung ke jaringan saraf dan otak mencari, seperti cara mesin pencari melacak informasi di internet. Mereka berharap hasil ini dapat digunakan sebagai peta jalan untuk mengevaluasi kesehatan ingatan dan otak seseorang.

Para peneliti pertama kali melihat kata-kata tertentu ketika mereka menganalisis kembali hasil tes ingatan yang diambil dari 30 pasien epilepsi yang merupakan bagian dari uji klinis yang dipimpin oleh Kareem Zaghloul, MD, Ph.D., seorang ahli bedah saraf dan peneliti senior di NINDS. Tim Dr. Zaghloul mencoba membantu pasien yang kejangnya tidak dapat dikendalikan oleh obat-obatan, atau dikenal sebagai epilepsi yang tidak bisa diobati. Selama periode pengamatan, pasien menghabiskan beberapa hari di Pusat Klinis NIH dengan elektroda implan yang dirancang untuk mendeteksi perubahan aktivitas otak.

Dr. Zaghloul mengatakan tujuannya adalah menemukan dan menghilangkan sumber kejang yang berbahaya dan melemahkan ini. Periode pemantauan juga menyediakan kesempatan langka untuk merekam aktivitas saraf yang mengontrol bagian lain dari kehidupan manusia. Dengan bantuan pasien relawan tersebut diperoleh beberapa cetak biru di balik ingatan manusia.

Tes ingatan pada awalnya dirancang untuk menilai ingatan episodik, atau asosiasi – siapa, apa, di mana dan bagaimana detailnya – yang dibuat dengan pengalaman masa lalu. Penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari demensia sering kali menghancurkan kapasitas otak untuk membentuk ingatan.

Pasien ditunjukkan pasangan kata, seperti “tangan” dan “apel,” dari daftar 300 kata benda umum. Beberapa detik kemudian mereka ditunjukkan salah satu kata, misalnya “tangan,” dan diminta untuk mengingat pasangannya, “apel.” Tim Dr. Zaghloul telah menggunakan tes ini untuk mempelajari bagaimana sirkuit saraf di otak menyimpan dan memutar ulang ingatan.

Ketika peneliti lain memeriksa kembali hasil tes, mereka menemukan bahwa pasien berhasil mengingat beberapa kata lebih sering daripada yang lain, terlepas dari cara kata-kata dipasangkan. Bahkan, dari 300 kata yang digunakan, lima teratas rata-rata sekitar tujuh kali lebih mungkin untuk berhasil diingat daripada lima terbawah.

Pada awalnya, Dr. Zaghloul dan tim terkejut dengan hasilnya dan bahkan agak skeptis. Selama bertahun-tahun para ilmuwan berpikir bahwa berhasilnya mengingat kembali suatu kata berpasangan berarti bahwa otak seseorang membuat hubungan yang kuat antara dua kata selama belajar dan bahwa proses yang sama dapat menjelaskan mengapa beberapa pengalaman lebih berkesan daripada yang lain. Juga, sulit untuk menjelaskan mengapa kata-kata seperti “tank,” “boneka,” dan “kolam” lebih mudah diingat daripada kata-kata yang sering digunakan seperti “jalan,” “sofa,” dan “awan.”

Tetapi keraguan segera hilang ketika tim melihat hasil yang sangat mirip setelah 2.623 sukarelawan sehat mengambil versi online dari tes pasangan kata yang diposting tim di situs crowdsourcing Amazon Mechanical Turk.

Dr. Zaghloul mengatakan bahwa ia dan timnya melihat bahwa beberapa hal – dalam hal ini, kata-kata – mungkin secara inheren lebih mudah diingat oleh otak daripada yang lain. Hasil ini juga memberikan bukti kuat hingga saat ini bahwa apa yang ditemukan tentang bagaimana otak mengontrol ingatan pada pasien yang diteliti mungkin juga berlaku untuk orang di luar penelitian.

Ingatan memainkan peran dalam kesadaran tentang siapa kita dan bagaimana otak kita bekerja. Namun, salah satu tantangan terbesar mempelajari ingatan adalah bahwa orang sering mengingat hal yang sama dengan cara yang berbeda, sehingga mempersulit para peneliti untuk membandingkan kinerja orang pada tes ingatan.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora