24.6 C
Yogyakarta
13 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Terus Diuji Coba, Vaksin Covid-19 Diperkirakan Selesai Pada Akhir Tahun

Vaksin Covid-19 mungkin menjadi sesuatu yang paling ditunggu-tunggu umat manusia saat ini. Betapa tidak, hingga kini sudah 3,7 juta orang terinfeksi Covid-19, lebih dari 250 ribu diantaranya meninggal dunia secara global. Peneliti di seluruh dunia pun, berlomba-lomba melakukan penelitian dan uji coba untuk segera dapat menciptakan vaksin.

Kabar terbaru, peneliti di Jerman sudah mulai melakukan uji coba pada manusia atau uji klinis vaksin Covid-19. Bekerja sama dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, diperkirakan vaksin ini bisa memenuhi kebutuhan jutaan orang pada akhir tahun nanti.

Dikutip dari laman CNNIndonesia.com, uji vaksin tersebut telah melibatkan sekitar 200 sukarelawan sehat berusia 15-55 tahun. Mereka diberikan dosis mulai dari 1-100 mikrogram untuk menemukan dosis optimal untuk dipelajari lebih lanjut.

BioNTech, perusahaan farmasi Jerman, melaporkan kelompok pertama peserta sudah diberikan dosis vaksin potensial, BNT162, dalam studi klinis Fase 1/2.

“12 peserta studi telah divaksinasi dengan kandidat vaksin BNT162 di Jerman sejak awal studi pada 23 April 2020. Kemudian, keamanan dan imunogenisitas vaksin akan diperiksa,” kata perusahaan melalui sebuah pernyataan resmi.

Setelah Jerman, pekan depan AS pun akan mulai menguji vaksin eksperimental ini. Kedua perusahaan kini menanti persetujuan pengaturan dari AS. Vaksin kemungkinan siap untuk kebutuhan darurat pada musim gugur mendatang.

Sebelumnya, peneliti di Jenner Institute, Oxford University, Inggris mulai menguji vaksinnya pada manusia pada Kamis (23/4). Hasilnya baru bisa dilihat pada September 2020.

Peneliti Indonesia pun ikut melakukan serangkaian penelitian. Walaupun pembuatan vaksin masih berada pada tahap awal. Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Institute, Herawati Sudoyo menjelaskan lembaganya menggarap dua tahapan awal pada produksi vaksin corona ini.

Pada tahapan awal ini, kata dia, Eijkman melakukan analisis genetik Covid-19.

“Kita dalam plan tahap pertama itu dua bulan, cuma semua tergantung, kami lakukan dulu semuanya, tapi untuk yang lain kita perlu pendanaan. Jadi kita sekarang sedang cari dananya,” ungkap Herawati.

Tahap selanjutnya, ia mengatakan, akan dikerjakan oleh perguruan tinggi negeri atau lembaga lainnya. Sementara tahap terakhir bakal dirampungkan oleh PT Bio Farma (Persero).

Sumber: CNNIndonesia.com

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA