Ditulis oleh 10:55 pm KABAR

Tetap Optimis, Kita Mampu Melawan Pandemi COVID-19

Di tengah pandemi seperti saat ini sudah seharusnya kita saling menguatkan satu dengan yang lain. Kini saat nya kita bersatu agar musibah ini cepat berakhir.

Akhir tahun 2019, dunia digegerkan dengan kemunculan satu virus baru yang bernama Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Para peneliti menemukan bahwa Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona ini dapat membunuh sel-sel kekebalan tubuh, dimana seharusnya sel-sel tersebutlah yang membunuh virus itu sendiri. Virus ini begitu menggegerkan dunia karena penyebarannya yang begitu cepat. Penyebarannya sendiri dapat melalui berbagai media seperti, kontak langsung dengan pasien positif corona, benda-benda mati yang sudah terpapar, dan bahkan melalui udara.

Rupanya, dalam hitungan minggu penyebaran virus corona ini begitu cepat hingga ke negara-negara di luar China. Pada 26 Februari 2020 tercatat sudah ada 38 negara yang mengonfirmasi warganya sudah terinfeksi virus corona. Dari ke-38 negara tersebut rupanya dari hari ke hari semakin bertambah jumlah negara yang mengonfirmasi warganya terinfeksi, hingga pada 11 Maret 2020 World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 ini merupakan Global Pandemic.

Pada awal Maret 2020, Indonesia untuk pertama kalinya mengonfirmasi adanya 2 kasus positif virus corona. Sejak kasus pertama tersebut diumumkan, lonjakan pasien yang positif pun semakin hari semakin meningkat dengan cepat. Hal ini dapat terlihat yaitu pada 13 Maret 2020, sudah tercatat adanya 64 kasus positif corona, dimana pada saat itu terjadi pelonjakan sejumlah 35 kasus dibanding satu hari sebelumnya. Dengan adanya pelonjakan yang semakin meningkat dari hari ke hari tersebut, akhirnya pada 15 Maret 2020 pemerintah mengeluarkan kebijakan baru bagi warga negara Indonesia untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah.

Bukan hanya itu saja, pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, serta menerapkan social dan physical distancing. Kebijakan tersebut dikeluarkan bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Selain kebijakan tersebut, pada 13 April 2020 Presiden Joko Widodo juga menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional melalui Keppres No 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Sebagai Bencana Nasional.

Kini nampaknya kita dapat sedikit bernapas lega, meskipun pandemi ini belum sepenuhnya hilang dari negara Indonesia dan masih terdapat penambahan jumlah kasus positif corona setidaknya dapat kita syukuri bersama bahwa presentase jumlah kasus pasien sembuh kini semakin meningkat. Dikutip dari situs resmi sebaran Covid-19 di Indonesia https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/, jumlah pasien positif terdapat 17.514 kasus dengan 4.129 pasien dinyatakan sembuh dan

1.148 dinyatakan meninggal dunia.

Meningkatnya jumlah pasien sembuh ini tentu atas kerjasama semua pihak, terlebih para tenaga medis yang sudah bekerja keras menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini. Sudah sepatutnya kita menghargai jasa mereka karena tentu tidak mudah bagi mereka dalam menangani virus ini, nyawa adalah taruhan mereka. Untuk itu, mari kita tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada dan tetap di rumah saja untuk mengurangi beban mereka. Bukan hanya itu saja, dimohon juga kita untuk tidak menimbun masker dan hand sanitizer, mari kita alokasikan kebutuhan tersebut untuk para tenaga medis yang bekerja dan untuk kita yang sehat gunakan saja masker kain.

Meskipun kita semua tidak tahu kapan musibah pandemi Covid-19 akan berakhir sudah menjadi keharusan kita bersama untuk tetap optimis. Kita tidak boleh pesimis saat masa sulit seperti saat ini. Kita harus tetap berikhtiar dan berusaha untuk tetap melindungi diri kita dan orang lain dari penularan virus corona. Bentuk optimisme yang dapat kita lakukan ialah dengan tetap disiplin, menerapkan pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan menerapkan social and physical distancing.

Di tengah pandemi seperti saat ini sudah seharusnya kita saling menguatkan satu dengan yang lain. Kini saat nya kita bersatu agar musibah ini cepat berakhir. Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei ini, mari kita tumbuhkan kembali kesadaran nasional kita sebagai warga bangsa Indonesia. Pandemi ini tidak akan berakhir jika kita tidak sadar akan peran dan tanggung jawab kita masing-masing. Kita harus menumbuhkan kesadaran dalam diri kita bahwa segala yang kita usahakan ini semua pada akhirnya juga untuk diri kita sendiri.

Untuk itu, mari kita merubah mind set agar tetap optimis bahwa kita mampu melewati musibah pandemi ini dan kembali menjalani kehidupan yang normal seperti sedia kala. Seperti yang disampaikan oleh bapak Presiden Joko Widodo dalam salah satu video conference nya, “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik awal kesembuhan.”

(Visited 68 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 20 Mei 2020
Close