Ditulis oleh 9:40 am KALAM

Tips Hidup Bahagia Era Songsong New Normal

Semua manusia tentunya ingin memiliki kehidupan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Tapi ternyata tidak semua bisa mendapatkannya.

Hidup penuh misteri. Hidup ini penuh kesulitan dan tantangan yang silih berganti. Hidup laksana “cakra manggilingan” atau laksana roda pedati yang selalu berputar, kadang di atas dan suatu saat terperosok ke bawah, yang tidak mudah untuk bangkit kembali. Menuju New Normal kehidupan pasca Covid-19, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi juga tidak semakin sedikit, melainkan semakin besar lagi komplek. Semua tergantung bagaimana seseorang dalam menghadapinya; menghadapi dengan penuh kebahagiaan dan kenyamanan ataukah dengan berkeluh kesah berkepanjangan. Orang Islam sudah diajari untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat, sebagaimana firman-Nya : “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. (QS Al-Baqarah, 2 : 201).

Semua manusia tentunya ingin memiliki kehidupan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Tapi ternyata tidak semua bisa mendapatkannya. Rasulullah bersabda: “Sungguh mengherankan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya baginya memberikan kebaikan hal ini tidak dimiliki oleh seorangpun melainkan oleh seorang mukmin. Bila mendapatkan harta atau kesuksesan selalu bersyukur maka jadilah itu kebaikan baginya dan bila mendapatkan kesengsaraan dia selalu bersabar dan itupun menjadikan kebaikan baginya.” (HR. Abu Yahya). Berbagai tujuan dan rintangan dalam kehidupan terkadang membuat kehidupan di dunia terasa sangat buruk dan menyiksa. Lalu bagaimana cara mendapatkan hidup yang bahagia dalam Islam? Berikut adalah beberapa tips hidup bahagia menurut Islam:

Pertama, selalu bersyukur kepada Allah SWT. Kehidupan di dunia akan jauh terasa lebih bahagia jika kita banyak bersyukur atas apapun yang telah Allah karuniakan kepada kita. Sebagaimana firman-Nya: ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim, 14 : 7). Kedua, selalu melihat ke bawah. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. “(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Ketiga, sering bersedekah (indahnya memberi). Dengan bersedekah, maka hidup kita akan jauh lebih berkah dan lapang. Sebagaimana janji Allah SWT: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 245.

Keempat, berbaik sangka kepada Allah SWT. Ada banyak keutamaan berbaik sangka kepada Allah, salah satunya adalah mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Dari Anas RA. sesungguhnya Nabi saw. masuk untuk menemui seorang pemuda yang sedang sakaratul maut, maka Rasulullah SAW bersabda: Bagaimana keadaanmu? Pemuda itu berkata, “Ya Rasulullah SAW! aku mengharapkan rahmat Allah dan aku sangat takut akan dosadosaku.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda,Tidaklah takut dan raja berkumpul dalam hati seorang hamba dalam keadaan seperti ini kecuali Allah akan memberikan kepadanya apa-apa yang diharapkannya, dan akan memberikan keamanan kepadanya dari perkara yang ditakutinya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Kelima, bersikap ikhlas, sebagaimana firman Allah SWT : ”Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” ( QS. At-Taubah, 9 : 59).

Keenam, selalu tekun beribadah. Orang yang selalu berpegang teguh pada ajaran Islam dalam bentuk tekun beribadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah, tentunya akan jauh lebih bahagia hidupnya. Hidup mereka akan dipenuhi dengan ridha Allah SWT. Firman Allah SWT : ” Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.” ( Q.S. Al-A’raf, 7 : 170). Ketujuh, taubat nasucha. Tidak akan bahagia hidup seseorang sebelum ia melakukan taubat jika ia mempunyai dosa, apalagi jika itu adalah dosa besar dalam Islam. Firman Allah SWT : ”Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( Q.S. Al An’am, 6 : 54).

Kedelapan, rajin berpuasa. Puasa merupakan salah satu ibadah yang dapat mendatangkan kebahagiaan dunia-akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla melipatgandakan satu kebaikan anak Adam menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya. Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan pada hari kiamat. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada wewangian misik.” (HR. Ahmad). Kesembilan, belajar menjadi pendengar yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita akan lebih menghargai tentang hubungan antar manusia dan persahabatan. Orang lain pun akan lebih menghargai kita, sebagaimana firman-Nya : ”yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” ( Q.S. Az Zumar, 39 : 18).

Kesepuluh, mendapatkan pasangan yang shaleh/shelahah. Pasangan hidup merupakan orang yang paling dekat dengan seseorang. Oleh karena itu pilihlah pasangan yang baik yang akan mengantarkan kepada keluarga SAMARA (sakinah, mawaddah wa rahmah). Rasulullah SAW bersabda : “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi). Kesebelas, memperoleh harta yang halal. Kehalalan harta yang didapat juga akan menentukan kebahagiaan seseorang atau tidak. Ia tidak akan pernah merasa tenang dalam hidup jika harta yang didapat adalah harta haram. Rasulullah bersabda: “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian. Maka kalian pun berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berlomba-lomba mengejarnya, sehingga (akibatnya) dunia (harta) itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka” (HR. Bukhari Muslim).

Kedua belas, bersahabat/berkumpul dengan orang shaleh. Kalau kita ingin melihat tabiat seseorang bisa dilihat dari dengan siapa mereka bergaul dan berkumpul. Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari). Ketiga belas, menyayangi sesama mahluk hidup. Orang beriman harus senantiasa menjaga ekosistem dan bergaul dengan baik dengan lingkungan sekitarnya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itulah beberapa cara bahagia menurut Islam yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak yang dapat dikerjakan sudah barang tentu kebahagiaan yang diperoleh akan lebih besar lagi. Semoga bermanfaat.

(Visited 182 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 5 Juni 2020
Close