Ditulis oleh 3:24 pm KALAM

Transformasi Dakwah Digital

Metode dakwah sangatlah penting dipahami oleh para da’i sehingga pesan dakwahnya dapat tersampaikan secara efektif dan jangkauan sasaran dakwah yang luas.

Di dalam hadits yang sangat popular Nabi Muhammad Saw bersabda ”sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”. Hadist yang diriwayatkan Bukhori tersebut terkandung pesan atau misi dakwah pada setiap pribadi muslim dalam situasi dan kondisi serta dengan cara dan bentuk dakwah apapun memiliki kewajiban untuk berdakwah. Bahkan dalam tingkat apapun level strata sosial, ekonomi dan pendidikan seseorang, kewajiban berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar melekat pada dirinya. Disebutkan pula dalam hadits yang diriwayat oleh Muslim “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman.”

Kedua hadits di atas diperkuat oleh Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 110 yang artinya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” Ayat ini pun menegaskan bahwa kewajiban dakwah ada pada setiap pundak muslim tanpa terkecuali dimanapun berada sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya dan tidak hanya terbatas di mimbar masjid namun juga melalui berbagai media dakwah.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Secara etimologis, kata dakwah berasal dari Bahasa Arab, yakni da’a, yad’u, da’watan, yang berarti menyeru, memanggil, mengajak. Sedangkan secara terminologis, dakwah diartikan segala aktifitas yang dilakukan oleh mukmin sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, yang bertujuan menjadikan seluruh umat manusia beragama Islam dengan baik disertai akhlak yang mulia agar mereka memperoleh sa’adah masa kini dan masa datang. Dengan kata lain, dakwah diartikan usaha-usaha yang ditempuh mubaligh atau da’i untuk meneruskan risalah yang diemban para Nabi, yakni amanah amar ma’ruf nahi munkar, berdasarkan Al-Qur’an dan hadits (M. Marhen, 2018).

Berdasarkan pengertian dakwah tersebut, maka dapat dipahami bahwa aktivitas dakwah adalah memberikan stimulus, menyampaikan pesan dan mempengaruhi orang lain dengan harapan orang yang dipengaruhi tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun kewajiban da’i adalah hanya pada batas-bata penyampaian pesan Allah yang bersumber pada otoritas Al-Qur’an dan hadits, dan tidak sampai memaksa agar orang lain mengikutinya. Kesadaran berdakwah harus muncul pada setiap pribadi muslim karena sebelum menyeru dan mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan, maka sesungguhnya ia pun mengajak dirinya untuk berbuat baik.

Metode Dakwah

Metode dakwah adalah suatu cara yang dilakukan oleh pendakwah (da’i) untuk menyampaikan pesan dakwahnya agar mudah diterima dan diamalkan. Metode dakwah sangatlah penting dipahami oleh para da’i sehingga pesan dakwahnya dapat tersampaikan secara efektif dan jangkauan sasaran dakwah yang luas. Apalagi di era digital saat ini para da’i pun dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, diperlukan penyesuaian dan transformasi dakwah dari cara-cara konvensional-tradisional ke cara-cara modern dengan menggunakan teknolog informasi. Pepatah arab menyatakan “ath-thariqatu ahammu min al-maddah” (cara atau metode penyampaian lebih penting dari subtansi yang disampaikan). Hal ini menunjukkan bahwa metode atau cara dalam menyampaikan sesuatu lebih penting dari substansi yang disampaikan. Al –Quran telah mengajarkan sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nahl: 125, ”Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Dakwah Digital

Perkembangan teknologi informasi telah menembus batas-batas ruang kehidupan ini tak terkecuali dalam aktivitas dakwah. Seiring dengan dinamika perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi maka menuntut aktivitas dakwah tidak hanya menggunakan cara-cara konvensioal-tradisional, face to face berhadapan langsung dengan audiens dakwah, namun bergeser pada pemanfaaatan media digital sebagai instrument keberlangsungan dakwah di era sekarang. Maraknya media digital sebagai sebuah transformasi dakwah dapat kita rasakan hampir setiap saat melalui Smartphone kita masing-masing, baik itu  melalui aplikasi facebook, youtube, WhatsApp, instagram, twitter, website dan lain sebagainya. Apalagi  di tengah Pandemi Covid 19 saat ini, yang mengharuskan kita social distancing dan physical distancing sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona sehingga semua aktivitas dakwah tidak diperkenan dalam jumlah yang banyak.  Hal ini dapat dikatakan era baru dari dakwah sehingga pemanfaatan media konvensional mulai terganti oleh dunia digital, meskipun di kalangan masyarakat penggunaan media konvensional masih tetap berlangsung.

Perkembangan jaman tak terelakkan lagi, karenanya sebagai suatu konsekuensi yang diterima dan berdampak pada kesesuaian metode dalam berdakwah. Karenanya menuntut transformasi secara berkesinambungan baik dari sisi materi dakwah, cara, metode, dan strategi serta medianya. Transformasi dakwah digital sebagai langkah inovatif untuk keberlangsungan dakwah. Zaman boleh berubah, berdakwah tetap dilakukan sebagai suatu kewajiban.   

(Visited 124 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 18 Mei 2020
Close