Tujuan Pendidikan Islam: Melahirkan Anak Shaleh dan Shalehah Penerus Dakwah Islam

khamim zarkasih putro
Pendidikan diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia,

A.       Tujuan Pendidikan Anak Menurut Islam

Pendidikan dalam pandangan Islam dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari tujuan pendidikan. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Allah SWT.

Pendidikan diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Pendidikan dalam pandangan agama Islam juga diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul  dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan menurut Islam adalah membentuk seorang muslim yang mampu melaksanakan kewajibannya kepada Allah, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56). Maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Allah dalam segala macam bentuk ibadah, baik ibadah umm maupun ibadah khusus. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Allah:

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” (Al Anbiya: 16-17).

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)

Sehingga jelas bahwa tujuan pendidikan dalam Islam harus terkait dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri di dunia ini, yakni menyembah Allah dengan segala aspeknya ibadahnya, baik yang berhubungan dengan Allah, sesama manusia maupun dengan lingkungannya. Ibadah yang juga berhubungan dengan masalah ukhrowi (akherat) maupun masalah dunia (ilmu dunia).

B. 11 Ciri Anak Shaleh dan Shalehah Dalam Islam

Seperti apakah ciri-ciri anak yang shaleh/shalehah itu ? Setiap orang pasti memiliki jawaban yang tersendiri mengenai jawaban akan pertanyaan di atas. Namun saat ini, betapa banyak kita melihat perilaku anak yang jauh dari kata berbakti. Anak tidak mengakui orang tua, anak kasar pada orang tua, bahkan sampai ada anak yang tega membunuh kedua orang tuanya. Naudzubillah min dzalik. Sudah pasti Islam tidak menghendaki lahirnya anak yang seperti itu.  Mau tahu ciri anak yang shaleh dan shalehah dalam Islam? Mari kita simak  nasehat islami berikut ini, semoga dengan mengamalkan tips ini, anak–anak kita  menjadi generasi penerus  yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal alamin.

Kesebelas ciri anak shaleh/shalehah adalah sebagai berikut :

  1. Cinta kepada Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan tidak beribadah kepada selain-Nya seperti beribadah kepada Nyi Roro Kidul, Kerbau, Kuburan orang sholeh, Matahari, Dewa-Dewi, Batu, Pohon-pohon besar, patung dan lain sebagainya. Ingat dosa syirik tidak akan terampuni sebelum taubatan nashuha.
  2. Cinta Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi utusan Allah dengan mematuhi perintahnya dan menjauhi apa yang dilarangnya, serta percaya dengan risalah yang dibawanya yaitu hadits atau As-Sunnah. Genggam terus syariat Islam ya, meski bagai menggenggam bara api. Ini merupakan sikap mental yang penting agar bisa menjadi anak shaleh dan shalehah.
  3. Cinta Al-Qur’an, dengan selalu membacanya, menerapkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, kemudian senantiasa muroja’ah berusaha menghafalnya dan karena orang yang menjaganya akan mendapatkan syafaat atau pertolongan kelak di hari kiamat atau hari pembalasan.
  4. Cinta kepada sahabat-sahabat Muhammad SAW yang turut membela dan memperjuangkan Islam di sisi Rasulullah SAW dengan tidak membenci mereka ataupun mencaci mereka.
  5. Cinta kepada Keluarga Rasulullah yang turut berjuang bersama Rasulullah Muhammad SAW menyebarkan Islam ke seluruh negeri dan cinta kepada orang-orang yang selalu mengikuti jalan Rasulullah SAW.
  6. Mendakwahkan Islam, apapun profesi kita jangan lupakan berdakwah, selain pahalanya besar dakwah juga akan membuat agama Islam ini terus berkembang, terlebih lagi dakwah untuk menerapkan syariat Islam dalam kehidupan adik-adik. Ciri anak shaleh dan shalehah ini sangat penting, karena dakwah selain sebuah kewajiban juga merupakan salah satu cara penyebaran agama Islam.
  7. Mengerjakan Shalat lima waktu dengan tidak sekalipun meninggalkannya serta mengerjakan shalat-shalat sunnah, bagi anak laki-laki berjama’ah di Masjid dan anak perempuan shalat di rumah mereka tepat pada waktunya.
  8. Suka dengan masjid, karena masjid adalah rumah Allah dengan menjaga kebersihannya, tidak membuat keributan di dalamnya serta tidak bercanda atau tertawa ketika shalat karena cinta mereka kepada Allah dan menghargai rumah Allah.
  9. Berbakti kepada kedua orang tua, dengan mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hati mereka, selalu berbuat baik kepada mereka, berusaha menyenangkan hati orang tua dan tidak menyusahkan atau membandel terhadap keduanya.
  10. Menyayangi saudara, adik-kakak, kakek-nenek, paman-bibi, tetangga dan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Ingat kita bagaikan satu tubuh, yang satu sakit yang lain ikut merasakan sakit.
  11. Cinta dan sayang kepada fakir miskin, anak terlantar, anak yatim, dengan memberikan bantuan sesuai dengan keperluan mereka dan peduli serta tidak mencemooh atau mengolok-olok mereka sebab mereka adalah juga hamba Allah, menyumbang untuk anak yatim, mejenguk mereka saat sakit, baik di rumah sakit atau saat sudah di rumah dan berbagai aktivitas lain.

Sebagai tambahan wawasan Ber-Muhammadiyah, inilah KUNCI KESUKSESAN BERMUHAMMADIYAH:

  1. Militan (mempunyai jiwa rela berkorban).
  2. Unggul (kualitas/mutu yang lebih)
  3. Humanis (watak cinta sesama)
  4. Amanah (terpecaya)
  5. Mandiri (tidak tergantung kepada orang lain)
  6. Musyawarah (keputusan melalui rapat)
  7. Adil (sesuai tupoksi)
  8. Dedikatif (memiliki semangat tinggi)
  9. Ikhlas (bekerja tanpa pamrih)
  10. Yakin (memiliki integritas)
  11. Ahli (memiliki skil yang mumpuni)
  12. Hemat (sederhana dalam penampilan)

Untuk referensi pembanding mengenai ciri anak sholeh dan sholehah dalam Islam, agaknya kita perlu mentadaburi kembali surat Luqman dari ayat 12 sd 19. Luqman memang bukan nabi dan rasul, namun hikmah yang Allah karuniakan sungguh layak kita teladani.  Insyaa Allah ada banyak pelajaran mendidik anak islami dari sana.

Terjemah Surat Luqman Ayat 12-13

12. Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku!Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Terjemah Surat Luqman Ayat 14-15

14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Terjemah Surat Luqman Ayat 16-19

16. (Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti.

17. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

19. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Tak ada kata-kata yang lebih berarti setelah pengajian  ini selain ACTION. Yuk segera berbenah diri, mumpung masih ada waktu di dunia ini. Semoga para orang tua, ayah, ibu dan adik-adik bisa mengambil pelajaran dari 11 ciri anak sholeh dan sholehah dalam Islam ini ya. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka ya. Aamin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close