17.5 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
Ragam SAINS

Udara Bersih Menyelamatkan 1,5 Milliar Burung

Sebuah studi terbaru The Proceedings of the National Academy of Sciences dalam menyimpulkan bahwa peraturan untuk polusi di A.S. yang dimaksudkan untuk melindungi manusia dari udara kotor, serta juga untuk menyelamatkan burung. Penulis studi menemukan bahwa peningkatan kualitas udara di bawah program federal untuk mengurangi polusi ozon dapat mencegah matinya 1,5 miliar burung selama 40 tahun terakhir. Itu hampir 20 persen dari kehidupan burung di Amerika Serikat saat ini. Studi tersebut dilakukan oleh para ilmuan di Cornell University dan University of Oregon.

Ivan Rudik, penulis utama dan Asisten Profesor Ruth dan William Morgan di Cornell’s Dyson School of Applied Economics and Management mengatakan bahwa penelitian mereka menunjukkan bahwa manfaat regulasi lingkungan kemungkinan besar tidak dianggap secara serius. Mengurangi polusi memiliki dampak positif pada daerah-daerah yang tidak terduga sebelumnya.

Ozon merupakan gas yang terbentuk di alam dan juga dihasilkan oleh aktivitas manusia, termasuk pembangkit listrik dan mobil. Hal ini dapat baik atau buruk. Lapisan ozon di atmosfer atas melindungi bumi dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya. Tetapi ozon di permukaan tanah berbahaya dan merupakan polutan utama dalam kabut asap.

Untuk menguji hubungan antara melimpahnya burung dan polusi udara, para peneliti menggunakan model yang menggabungkan observasi burung dari program eBird Cornell Lab of Ornithology dengan data polusi di permukaan tanah dan peraturan yang ada. Mereka melacak perubahan bulanan dalam banyaknya burung, kualitas udara, dan status regulasi untuk 3.214 kabupaten AS selama kurun waktu 15 tahun. Tim fokus pada Program Perdagangan Anggaran NOx (nitrogen oksida), yang dilaksanakan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS untuk melindungi kesehatan manusia dengan membatasi emisi prekursor ozon di musim panas dari sumber industri besar.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa polusi ozon paling merugikan burung migrasi berukuran kecil (seperti burung pipit, burung penyanyi, dan kutilang) yang membentuk 86 persen dari semua spesies burung darat Amerika Utara. Polusi ozon secara langsung merugikan burung dengan merusak sistem pernafasannya, dan secara tidak langsung mempengaruhi burung dengan merusak sumber makanan mereka.

Penulis studi Amanda Rodewald, Profesor Garvin di Cornell Department of Natural Resources and the Environment and Director dari Pusat Studi Populasi Burung di Cornell Lab of Ornithology mengatakan bahwa ozon tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan fisik langsung pada burung, namun juga dapat mengganggu kesehatan tanaman dan mengurangi jumlah serangga yang dikonsumsi oleh burung. Burung yang tidak dapat mengakses habitat dengan kualitas tinggi atau sumber makanan yang baik cenderung tidak dapat bertahan atau berkembang biak dengan sukses. Kabar baiknya, adalah bahwa kebijakan lingkungan yang dimaksudkan untuk melindungi kesehatan manusia juga memberikan manfaat yang baik bagi burung.

Tahun lalu, studi terpisah oleh Cornell Lab of Ornithology menunjukkan bahwa populasi burung Amerika Utara telah menurun sebanyak hampir 3 miliar burung sejak tahun 1970 (Rosenberg et. al. Science, 2019). Studi tersebut menunjukkan bahwa tanpa regulasi dan upaya pengurangan ozon dari Clean Air Act, hilangnya kehidupan burung mungkin akna berjumlah lebih dari 1,5 miliar.

Catherine Kling, Profesor Universitas Tisch di Cornell Dyson. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Terapan dan Direktur Fakultas di Cornell’s Atkinson Center for Sustainability mengatakan bahwa ini adalah bukti dalam skala besar pertama bahwa ozon dikaitkan dengan penurunan jumlah burung di Amerika Serikat dan bahwa peraturan yang dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa manusia juga dapat membawa manfaat konservasi yang signifikan bagi burung. Studi ini berkontribusi pada pemahaman para peneliti yang semakin meningkat tentang keterkaitan kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia.

Sumber:
Situs sciencedaily. Materi awal berasal dari Cornell University. Foto: Pixabay.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA