Ditulis oleh 2:54 pm COVID-19

Uji Coba Pertama Vaksin Covid-19 Kepada Manusia Telah Dilakukan di Inggris

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat para ilmuwan berlomba-lomba, berkerja keras untuk membuat vaksin. Berbagai kemajuan telah dicapai dalam penelitian tersebut.

Usaha untuk segera menemukan vaksin Covid-19 terus dilakukan tanpa henti. Perkembangan terakhir, uji coba vaksin pada manusia untuk pertama kalinya di Eropa, telah dimulai di Oxford, Inggris.

Telah tersedia lebih dari 800 orang sukarelawan yang direkrut untuk penelitian. Sukarelawan itu akan dibagi menjadi dua kelompok. Setengahnya akan mendapaykan suntikan vaksin Covid-19, dan separuhnya lagi akan menerima vaksin kontrol yang melindungi dari penyakit meningitis dan bukan virus corona.

Dua sukarelawan telah disuntik vaksin Covid-19 yang diuji coba. Namun, sukarelawan tidak akan tahu vaksin mana yang mereka dapatkan. Hanya dokter yang mengetahuinya.

Elisa Granato, salah seorang sukarelawan yang menerima vaksin, mengatakan kepada BBC, yang dikutip dari Detik.com, bahwa dirinya merupakan seorang ilmuwan, sehingga ingin berkontribusi dalam proses ilmiah ini.

“Saya seorang ilmuwan, jadi saya ingin berusaha mendukung proses ilmiah di mana pun saya bisa,” katanya.

Vaksin ini telah sekitar kurang dari tiga bulan oleh tim ilmuwan di Universitas Oxford. Sarah Gilbert, profesor vaksinologi di Jenner Institute, menjadi pimpinan penelitian praklinisnya.

“Saya pribadi saya sangat percaya pada vaksin ini,” ujar Gilbert.

Pengujian ini dibutuhkan untuk mendapatkan data dari manusia. Vaksin ini harus benar-benar menunjukkan manjur dan mencegah orang terinfeksi virus corona sebelum digunakan pada populasi yang lebih luas.

Prof Gilbert bahkan mengatakan ia “percaya 80%” vaksin akan manjur, tetapi sekarang memilih tidak menyebutkan angka, dan hanya mengatakan ia “sangat optimistis” dengan peluangnya.

Vaksin ini sendiri dibuat dari versi lemah virus flu biasa (dikenal sebagai adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat berkembang biak pada manusia.

Sumber: Detik.com

Tim Oxford sebelumnya mengembangkan vaksin untuk melawan Mers, jenis lain virus corona, menggunakan pendekatan yang sama dan dengan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis. Satu-satunya cara para peneliti mengetahui apakah vaksin Covid-19 manjur adalah membandingkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona dalam kedua kelompok percobaan selama beberapa bulan ke depan.

Itu bisa menjadi masalah jika jumlah kasus turun dengan cepat di Inggris, karena bisa jadi tidak akan ada cukup data.

Oleh karena itu, Profesor Andrew Pollard, direktur Kelompok Penelitian Vaksin Oxford, yang memimpin uji coba ini, mengatakanbahwa mereka kini tengah mengejar akhir dari gelombang epidemi saat ini.

“Jika kami tidak bisa mengejarnya, kami tidak akan bisa memastikan apakah vaksin bekerja dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mengenai keamanan vaksin ini ketika diuji coba kepada manusia, para ilmuwan terus melakukan monitor kepada sukarelawan dengan cermat dalam beberapa bulan mendatang. Para sukarelawan telah diberi tahu bahwa beberapa orang mungkin mengalami sakit lengan, sakit kepala, atau demam dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

Mereka juga diberi tahu bahwa secara teori ada risiko bahwa virus yang telah dilemahkan itu dapat memicu reaksi serius pertahanan tubuh terhadap virus corona, yang terjadi dalam beberapa penelitian awal vaksin Sars pada hewan. Namun tim ilmuwan di Oxford mengatakan data yang ada menunjukkan risiko timbulnya penyakit parah karena vaksin sangat minim.

Apabila uji coba berjalan dengan lancar, para ilmuwan tersebut berharap satu juta dosis bisa siap pada bulan September mendatang dan akan lebih besar setelah itu.

Sumber: Detik.com

(Visited 146 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 24 April 2020
Close