Ditulis oleh 6:35 am KALAM

Ulasan Buku Matematikawan Muslim Terkemuka

Oleh: Dr. Tutik Hartanti, S.Pd. M.Pd

Buku Matematikawan Muslim Terkemuka karya Mohaini Mohamed Ini sangat menarik untuk dikaji dan layak untuk menjadi pegangan atau rujukan dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya matematika. Buku ini menyajikan kisah dan analisis terperinci mengenai kehidupan dan pandangan para matematikawan pada era Islam, keberadaannya dalam dunia ilmu pengetahuan, pengenalan kehidupan dan kontribusi mereka terutama dalam bidang matematika dan astronoml.

Buku ini dapat digunakan sebagal referensi bagi para mahasiswa dalam bidang sejarah matematika dan juga sesual untuk mahasiswa Jurusan matematika, dosen, intruktur, peneliti maupun siapa saja yang berkecimpung dalam bidang terkait.

Mengapa demikian?

Ada beberapa alasan diantaranya:

  1. Buku ini cukup padat, simpel, tidak terlalu tebal yaitu 153 halaman tetapi sarat dengan makna. Bab I memberikan latar belakang sejarah peradaban Islam. Termasuk dalam bab ini adalah penjelasan mengenai antusiasme intelektual arab dan kisah singkat tentang para Khalifah Islam yang menjadi patron aktivitas intelektual dan ilmiah selama periode Itu.
  2. Bab-bab selanjutnya menyajikan studi tentang kehldupan dan pandangan dunla beberapa matematikawan dari periode Islam, keberadaan mereka dalam dunia sains dan popularisasai kehidupan dan karya-karya mereka. Matematikawan yang kehidupan dan karyanya dirinci dalam bab 2 hingga bab 6 adalah sebagai berikut:
    • Al- Khwarizmi, Abu Abdullah Muhamad Ibn Musa (800-847)
    • Ibn Al-Haytham, Abu Ali-Al-Hasan (965-1039)
    • Al- Biruni, Abu Rayhan Muhammad Ibn Ahmad (973-1050)
    • Al- Khayyami, Ghiyath al- Din Abu’l-Fath Umar Ibn Ibrahim (Juga dikenal sebagai Omar Khayyam) (1048-1131)
    • Al-Tusi, Muhammad Ibn Muhammad Ibn AI- Hasan (Juga dikenal sebagai Nasir al- Din) (1201-1274)
  3. Buku ini menghapus gambaran yang salah yang dibuat beberapa ahli sejarah bahwa orang-orang muslim tidak memberikan kontribusi yang murni pada matematika dan hanya sebagai pemelihara pengetahuan Yunani. Banyak dokumen baru yang ditemukan dan dokumen lama yang ditulis ulang dengan pemiklran yang lebih kritis dan lebih mudah dipahami. Hasilnya menegaskan kenyataan bahwa kontribusi para matematikawan pada era Islam benar-benar penting dan sangat mempengaruhi perkembangan matematika modern.
  4. Gaya bahasa yang digunakan dalam buku yang berjudul Matematikawan Muslim Terkemuka karya Mohaini Mohamed ini menggunakan kata-kata baku yang cukup mudah untuk dipahami. Tidak bertele-tele untuk dapat dipahami oleh semua kalangan, kaum cerdik cendekia, peneliti, mahasiswa, maupun lainnya. Meskipun isinya cukup berbobot tetapi Mohaini Mohamed berhasil menyampalkan muatannya dengan gaya bahasa yang tidak membosankan sehingga cukup mudah untuk dipahaml oleh pembaca.

Buku Matematikawan Muslim Terkemuka karya Mohaini Mohamed ini diawali dengan sejarah “Kemunduran Peradaban Yunani” dilanjutkan dengan sejarah “Kebangkitan Islam”, dilanjutkan dengan Kekalifahan Abaslyah. Selain itu, dalam buku tersebut juga termuat Aktivitas penerjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Yunanl, Syrla, Persia dan Sansekerta.

Juga dijelaskan pula tentang tugas-tugas keagamaan, yang isinya tentang ketegasan keunggulan pengetahuan:

Nyatakan Bacalah! dengan nama Tuhan, Yang menciptakan manusia dari gumpalan darah yang membeku nyatakan Tuhan yang pallng berlimpah. Dia yang mengajar menggunakan pena. Mengajar manusia yang tidak tahu apa-apa (The Holy Quran)

Dalam bagian awal buku tersebut Juga berisi tentang “Kebutuhan Religi dan Maknanya”. Pengetahuan yang paling disukal kaum muslim adalah matematika dan astronomi. Dalam pandangan ilmiah orang Arab terdapat dasar religi yang mendorong antusiasme pada kegiatan matematika dan astronomi. Aritmatika diperlukan untuk menghitung warisan dan kalender Islam.

Juga tentang Tantangan-tantangan Baru, bagaimana perbandingan antara pengetahuan keislaman dengan pengetahuan modern. Baglan awal buku Inl diakhiri dengan Kemunduran pengetahuan Dunla Islam”. Aktivitas pengetahuan yang pallng intensif selama peradaban islam dianggap sebagal “Zaman Keemasan” Namun zaman Inl berakhir setelah berlangsung selama 3 abad, yaitu abad 9 sampal 11. Puncaknya produksi karya-karya bermutu semakin meningkat dan frekuensi Ilmuwan kelas satu tidak pemah tergantikan selama abad pertengahan.

Untuk lebih jelasnya, kita dlalogkan bersama sehingga buku inl tidak berhenti pada sebuah wacana tetapl lebih dari Itu.

(Visited 73 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 Februari 2020
Close