Ulasan Buku Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak

WhatsApp Image 2019-11-15 at 17.07.39

Oleh: Prof. Dr. Aliyah Rasyid Baswedan, M.Pd

Pendidikan terutama dan terpenting adalah pendidikan dari orang tua. Sementara, orang tua seringkali merasakan kesulitan untuk memiliki sumber ilmu untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Buku tentang pendidikan anak menjadi kebutuhan bagi para orang tua. Hadirnya buku ini menjadi salah satu pilihan bacaan yang menarik untuk para orang tua.

Rasulullah Muhammad SAW adalah pribadi sempurna. Semua sikap dan kesehariannya penuh dengan kesempurnaan. Oleh karena itu, mendidik sebagaimana Rasulullah mendidik itu jadi penting dan perlu. Disinilah buku karya Dr Suwaid ini menjadi menarik untuk dibahas dan tentu saja untuk diambil manfaatnya.

Salah satu yang unik dari buku ini adalah penulisnya bukan sarjana pendidikan tapi seorang insinyur yang tergugah untuk membuat buku pendidikan anak yang Islami. Dia menyusun buku ini dalam waktu sepuluh tahun setelah menggeluti berbagai sumber-sumber kajiannya secara mendalam.

Pendekatannya juga unik. Biasanya, menyusun kerangka pemikiran sendiri lalu mencari rujukan hadits dan sunnah. Penulis menggunakan pendekatan yang berbeda yaitu landasan kenabian merupakan sumber utama dalam menyusun dan menyimpulkan suatu pemikirannya. Bukan menuangkan pemikiran terlebih dahulu baru mencari kaitan dengan haditsnya.

Karena hadist Nabi adalah materi utama dalam buku ini yang kemudian diikuti dengan amalan para sahabat, tabiin dan ulama salafu salihin, maka pengaplikasiannya dalam buku ini menunjukkan bahwa metode dan konsep yang diusung berasal dari sumber yang murni yang bersifat konsisten. Berbeda dengan konsep lainnya. (Konsep keilmuan misalnya, temuan baru memperbaharui temuan lama).

Uraian bukunya diawali dengan ungkapan penuh makna dari Ibnu Qayyim Al Yauziyah. Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saja berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar, kesalahan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orang tua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunnah-sunnahnya.

Penulis menegaskan bahwa buku ini tidak disusun sebagai buku kiat (know how) untuk permasalahan yang dihadapi oleh para orang tua, para guru dalam menghadapi anak, namun merupakan kajian konsep menyeluruh dalam pendidikan Islami anak.

Ini merupakan gizi lengkap yang dibutuhkan anak dalam hidup dan kehidupannya dari awal sampai dewasa kelak, apabila terjadi penyimpangan atau permasalahan yang timbul, hal ini terjadi karena kesalahan dalam pemberian gizi lengkap dari pendidikan kenabian ini. Pendidik hanya tinggal mencari gizi yang kurang tersebut dan kemudian menghidangkannya pada anak dalam bentuk yang lebih baik.

Juga kelebihan buku ini adalah pemaparan hadist Nabi dan contoh para sahabat. Dikuti contoh-contoh praktis dari kehidupan salafus saleh agar konsep yang diusungnya lebih jelas.

Buku ini bisa menjadi pedoman lengkap untuk menumbuhkan kebiasaan dan karakter muslim yang kafah, sebagai pondasi yang kokoh buat bekal hidup di dunia dan di akhirat. Sedangkan untuk pengembangan kehidupan yang dibutuhkan jamannya hanya tinggal menambahkannya saja, namun landasan utamanya telah tersusun dengan kokoh. Pendidikan yang dimaksud disini adalah proses pematangan pribadi, termasuk semua kebiasaan sebagai seorang pribadi Muslim. Adapun terkait dengan pengetahuan kontemporer, ini tugas kita untuk menambahkan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi: Antum a’lamu bi umurid dunyaakum, untuk urusan duniamu kamu sendiri yang lebih memahami.

Setiap muslim dengan profesi apapun hendaknya dilandasi konsep-konsep pendidikan Islami yang dikemukakan Rasulullah SAW yang diikuti oleh para sahabat, sabiin dan salafus saleh. Hal ini secara utuh disajikan dalam buku ini. Pengembangan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan bidang tertentu diserahkan kepada kita-kita yang lebih mengetahui kebutuhan duniawi, namun semuanya harus sudah berlandaskan keimanan yang kokoh kuat pada Allah SWT.

Isi buku ini bersifat menyeluruh menyinggung seluruh aspek yang dibutuhkan anak. Realistis, dibangun atas dasar kenyataan pengarahan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassalam kepada para sahabat dalam mendidik anak-anak mereka. Juga bersifat universal karena ditujukan kepada setiap anak muslim dimanapun berada dan kapanpun.

Berdasarkan kajiannya terhadap Sirah Nabawiyah dan as Sunnah penulis mengungkapkan bahwa pendidikan anak bermula ketika kedua orang tua menikah. Pikiran calon pasangan sangat menentukan kehidupan keturunannya kelak. Hubungan kedua orang tua, kesalehan, perilaku mereka dalam melakukan kebajikan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk sisi psikis dan kecenderungan anak. Penting juga pertumbuhan anak dalam gendongan ibunya, keluarga dan lingkungannya.

Kajian berikutnya secara detil dibahas bagaimana Nabi membentuk dan mempengaruhi jiwa dan akal anak dengan teladan dan kisah dan nasihat sesuai taraf perkembangan dan waktunya yang tepat. Bagaimana juga agar anak berbakti pada orang tua, sopan santun dan berpribadi luhur.

Kemadian kajian tentang pembangunan kepribadian Islami anak, teguh pada keimanan pada Allah, membaca Alqur’an dan pembentukan ibadah anak. Membentuk perasaan halus anak, membentuk jasmani anak dan dilanjutkan dengan kajian tentang hukuman yang mendidik pada anak.

Buku ini juga memaparkan secara ringkas tentang kisah-kisah Islami dan berbagai kilasan peristiwa Islami yang dapat bermanfaat dalam mendidik pola pikiran anak yang disadur dari berbagai kitab Islam. Selain itu untuk membentuk pola pikir anak agar terbiasa dengan suasana Islami tumbuh besar dalam suasana Islami, yang akan merupakan bekal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang bermanfaat, mana yang mudharat dan akan menjadi perisai bagi dirinya.

Penulis memberikan 80 buah hadits, 40 buah hadits ditujukan kepada orang tua dan 40 hadits ditujukan pada anak. Penulis menyertai setiap pemikiran yang dituangkan nya dengan hadits, contoh aplikasi para ulama dan imam.

Buku ini ditutup dengan memberikan kisah-kisah kebesaran Islam di masa lalu. Seperti kisah Ibnu Sina yang berbekal fondasi keimanan yang kokoh kuat yang ditorehkan Nabi SAW. Kemudian dengan berbekal fondasi keimanan yang kuat tersebut Ibnu Sina memperdalam dan mengembangkan ilmu kedokteran yang menjadi rujukan ilmu kedokteran dunia hingga kini.

Juga dikemukakan bagaimana kisah Nabi Ibrahim mendidik Ismail yang kalau dicermati dengan teliti merupakan landasan teori kepemimpinan situasional yang memperhatikan kematangan yang dipimpinnya. Bagaimana kepemimpinan Nabi Ibrahim dalam mendidik Ismail seperti teori kepemimpinan saat ini dari Helsey dan Blanchard.

Buku ini menarik untuk dijadikan referensi, dan patut untuk dibaca oleh orang tua sebagai salah satu pedoman.

—————————-
*Disampaikan dalam diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan, Jum’at, 15 November 2019, di Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan.

(Visited 1.266 times, 2 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020