Ditulis oleh 10:26 am COVID-19

Unik, Call Center Bantuan Beras ala ACT

Bangga, Indonesia adalah salah satu negara yang tingkat filantropi penduduknya tertinggi. Disaat krisis seperti skarang ini jumlah nominal sumbangan memang berkurang akan tetapi jumlah penyumbang justru bertambah.

Sabtu (2/5) lalu sempat mencoba menjadi ‘customer service’ call center Jakarta Care Line – ACT. Program ini bagian dari ikhtiar lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) membantu kesulitan warga Jakarta disaat pandemi Covid-19. Ini merupakan bagian dari Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) yang dipayungi oleh Pemprov DKI.

Targetnya ambisius, ACT bercita-cita menjangkau 1 juta warga yang kekurangan mendapatkan kiriman beras. Saat ini paketnya masih 5 kilo-an, tetapi mimpinya bisa paket 25 kilo-an sehingga bisa untuk support satu keluarga selama 1-2 bulan selama Covid19 ini. Catatannya, tentu jika sumberdaya yang bergabung memungkinkan.

Saat saya menjadi petugas dadakan di kantor ACT di Menara 165, data di layar menunjukkan per hari bisa sampai 2000-an penelepon. Tentu tidak langsung dapat semua, ada proses verifikasi melalui kroscek kependudukan data dan profile di lapangan. Oleh karena itu, selain diminta kontak dan alamat, penelepon juga diminta mengirim foto rumahnya melalui form whatsapp. Jadi, beberapa detik setelah selesai menelepon, mereka akan otomatis dapat kiriman WA untuk dibalas.

Tetapi yang menarik adalah caranya. Orang tidak perlu mendatangi suatu tempat untuk dirinya mendapatkan bantuan. Cukup call nomor telp no bebas pulsa 08001165228 lalu akan ditanya nama dan alamat lengkap sesuai KTP, habis itu tinggal menunggu kiriman berasnya.

ACT memberdayakan ojek online untuk pengirimannya. Juga bekerjasama dengan Kodim setempat untuk pool berasnya sehingga dikirim dari lokasi terdekat. Model call center ini juga melindungi marwah penerima sumbangan, mereka tidak perlu mengekspose diri mendatangi bahwa dirinya ‘jatuh mendadak’ karena corona.

Di saat-saat krisis seperti ini, saya masih bangga, bangsa ini punya aset anak-anak muda kreatif yang dengan inovasinya membantu sesama sebangsanya yang kesusahan. Mereka menggunakan sumberdayanya bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi untuk kepentingan bersama.

Juga pada para donatur. Bangga, ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang tingkat filantropi penduduknya tertinggi. Data dari teman-teman di ACT menunjukkan, di saat krisis seperti skarang ini jumlah nominal sumbangan memang berkurang akan tetapi jumlah penyumbang justru bertambah. Anda yang mau kontribusi, silahkan bisa buka website Indonesia Dermawan.id.

(Visited 161 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 7 Mei 2020
Close