Ditulis oleh 8:06 pm KABAR

Upaya Membangun Solidaritas Di Masa Pandemi Covid-19

Strategi ke depan yang masih harus terus dilakukan ialah bagaimana meningkatkan stamina/imunitas tubuh masyarakat, penerapan protokol pencegahan penularan, dan disiplin diri ataupun kolektif.

Sampai saat ini vaksin untuk membunuh Covid-19 masih belum ditemukan. Masyarakat saat ini hidup dalam situasi takut, bingung, tegang, dan emosional. Takut terpapar Covid-19, takut kalau nanti jatuh sakit dan berujung pada kematian. Sementara itu, sebagian besar masyarakat dituntut tetap harus bekerja guna pemenuhan kebutuhan hidup dan perekonomian keluarga. Berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus ini pun sudah dilakukan. Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berdasarkan Keppres No 7/2020 dan diubah menjadi Keppres No 9/2020 melalui sinergi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Prioritas langkah yang dilakukan ialah guna menyelamatkan saudara-saudara kita yang sudah terpapar Covid-19 dan dengan segera membatasi, menghentikan, dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat sehingga tidak menambah jumlah korban jiwa dan bisa menyelamatkan lebih banyak lagi jiwa masyarakat Indonesia. Salah satu penyebab cepatnya penularan Covid-19 yang paling susah diantisipasi ialah orang tanpa gejala (OTG). Orang tanpa gejala merupakan orang yang sudah terinfeksi Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala sakit. OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan (manusia usia lanjut dan orang dengan penyakit penyerta/bawaan).

Imbauan pemerintah untuk tidak mudik ialah upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke daerah-daerah yang dibawa orang tanpa gejala. Tidak ada seorang pun tentunya yang ingin mencelakakan keluarga, orangtua, dan saudara kita yang ada di kampung halaman karena tanpa disadari bahwa kita termasuk pembawa/carrier (orang tanpa gejala) Covid-19. Adakan isolasi mandiri dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan, menerapkan pemisahan antara kaum muda dan kaum tua, karena orang tua lebih rentan terinfeksi dan kaum muda berpotensi menjadi penular tanpa gejala.Menjadi tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa guna memerangi pandemi covid-19 ini.

Gugus tugas yang sudah dibentuk tidak dapat bekerja sendiri tanpa mendapat dukungan dan kepatuhan dari seluruh masyarakat. Strategi ke depan yang masih harus terus dilakukan ialah bagaimana meningkatkan stamina/imunitas tubuh masyarakat, penerapan protokol pencegahan penularan, dan disiplin diri ataupun kolektif.

(Visited 83 times, 2 visits today)
Tag: Last modified: 22 Mei 2020
Close