Ditulis oleh 5:14 am COVID-19

Vietnam Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Apa Rahasianya?

Berbatasan langsung dengan Tiongkok yang merupakan episentrum Covid-19, membuat Vietnam bergerak cepat. Hasilnya terdapat 268 kasus positif, 224 sembuh dan 0 kematian. Kini Vietnam bersiap melonggarkan sosial distancing dan karantina.

Akhir-akhir ini Vietnam menjadi negara yang disorot dalam penanganan Covid-19. Vietnam menjadi negara yang dinilai berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Berdasarkan data John Hopkins per 24 April 2020, yang dikutip dari Katadata.com, di Vietnam terdapat 268 kasus Covid-19, sebanyak 224 diantaranya sembuh dengan angka kematian nol atau tidak ada. Jumlah kasus tercatat meningkat sepanjang Maret hingga pertengahan April. Namun kini, Vietnam mencatatkan delapan hari berturut-turut, 16 April hingga 24 April, tidak ada penambahan kasus baru.

Kini, beberapa kota telah dilakukan pelonggaran social distancing dan karantina.

Respons cepat dan kontrol pemerintah serta disiplin warganya menjadi kunci keberhasilan Vietnam mengatasi pandemi Covid-19. Apa saja yang dilakukan Vietnam mengatasi Covid-19, berikut ulasannya.

1. Menghentikan penerbangan

Vietnam menjadi salah satu negara yang paling awal melakukan penghentian penerbangan dari dan menuju Tiongkok yakni pada 1 Februari 2020, ketika itu lebih dari selusin warganya telah positif terjangkir Covid-19, seperti dilansir CNBCIndonesia.com. Bahkan setelah itu seluruh penerbangan di Vietnam ditangguhkan. Larangan juga diberlakukan bagi wisatawan yang masuk dari negara yang memiliki banyak kasus Covid-19. Meskipun hal tersebut membawa dampak kerugian yang tidak sedikit, namun hal ini tetap dilakukan sebagai salah satu upaya menekan laju pertumbuhan corona.

2. Disiplin social distancing atau menjaga jarak

Ini merupakan salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan membatasi diri bertemu dengan orang lain maupun berkunjung ke suatu tempat. Dalam keadaan ini, seseorang tidak dianjurkan untuk menjabat tangan dan harus menjaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain. Social distancing yang dilakukan di Vietnam diberlakukan hingga akhir April 2020 mendatang (baca Liputan6.com).

Pemerintah meminta masyarakat untuk melakukan segala sesuatu di rumah untuk sementara waktu. Masyarakat yang terpaksa keluar hanya untuk membeli makanan, dan keperluan obat-obatan.

Selain itu, pemerintah Vietnam juga memberlakukan karantina di Provinsi Vinch Phuc, sebelah utara Hanoi. Keputusan itu seiring kekhawatiran akan status kesehatan dari para pekerja migran yang kembali dari Wuhan, kota yang menjadi episentrum awal virus corona. Sebagaimana kita ketahui, Vietnam merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Tiongkok. Warga yang masuk ke Vietnam, harus menjalani karantina selama 14 hari untuk siapapun yang baru tiba di Vietnam.

3. Menjalankan protokal kesehatan dengan ketat

Vietnam merupakan negara dengan, hingga saat ini, belum mencatatkan kematian akibat Covid-19. Salah satu kunci keberhasilannya adalah dengan langkah proaktif dan konsistensi pemerintah menjalankan protokal kesehatan. Petugas kesehatan Vietnam membuat protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan: Pertama, dokter diharuskan mengobati gejalanya, seperti demam, batuk maupun gangguan pernapasan.

Kedua, pasien menjalani diet ketat dan bergizi. Diet ketat dilakukan dengan cara membiasakan diri untuk sarapan pagi, membatasi asupan karbohidrat, mengonsumsi makanan yang bervariasi seperti sayuran dan buah-buahan, memperbanyak meminum air putih, serta rajin untuk berolahraga.

Ketiga, tenaga kesehatan harus memonitor tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien. Hal ini sangat penting dilakukan guna mengetahui jumlah relatif dari oksigen pada pasien, sehingga pasien tertangani dengan baik.

4. Meliburkan sekolah

Untuk mengantisipasi penularan di sekolah, pemerintah Vietnam meniadakan kegiatan belajar di sekolah. Jutaan murid dari 63 kota dan provinsi di Vietnam hingga saat ini masih melakukan kegiatan belajar di rumah sejak awal Imlek.

5. Mengehentikan perdagangan hewan liar

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc, secara tegas melarang impor hewan liar ke Vietnam untuk sementara waktu sejak 28 Januari 2020 lalu. Larangan ini berdasarkan atas kekhawatiran hewan liar sebagai perantara penyakit virus corona ini muncul. Meskipun, Vietnam merupakan salah satu negara yang melakukan jual beli hewan liar untuk di konsumsi.

6. Pengawasan ketat

Kita ketahui Vietnam merupakan negara satu partai dengan kekuatan militer dan keamanan yang besar serta terorganisasi. Kontrol terhadap warga sudah biasa dilakukan, ada budaya pengawasan di masyarakat. Pemerintah meminta warganya untuk melapor bila ada tetangga yang diduga terjangkit corona atau melakukan pelanggaran. Orang yang kedapatan menyebarkan berita bohong atau salah tentang corona berisiko didatangi polisi. Hingga akhir Maret, 800 orang didenda terkait hal itu.

(Visited 254 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 25 April 2020
Close