Ditulis oleh 7:55 am COVID-19

Wabah Covid-19 Mendidik Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

Sejak virus ini mewabah, terjadi perubahan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan usaha-usaha pencegahan dari COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Oleh: Dr. apt. Kintoko, M.Sc. (Herbalis)

COVID-19, atau disebut dengan SARS-CoV2 adalah jenis virus RNA hasil mutasi dari SARS-CoV yang telah menjadi penyakit pandemik di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sampai detik ini, angka positif COVID-19 naik 292 kasus sehingga total menjadi 10.843 kasus. Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari wabah COVID-19 ini. Salah satunya adalah mendidik masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Sejak virus ini mewabah, terjadi perubahan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan usaha-usaha pencegahan dari COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pendidikan hidup bersih dan sehat bagi masyarakat adalah bagian dari elemen terciptanya kesehatan masyarakat. Diantara kebiasaan itu adalah membiasakan diri mencuci tangan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa tangan kita termasuk bagian dari tubuh yang mengandung agen-agen infektif seperti bakteri, jamur dan virus. Sebagai contoh, setiap 1 cm persegi kulit tangan mengandung 1500 bakteri, diantaranya dari jenis Staphylococcus saprophyticus, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Serratia liquefacients, Serratia marcescens, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, Citrobacter freundii, Salmonella sp, Basillus cereus, Neisserria mucosa.

Dengan mencuci tangan menggunakan sabun, dapat menghilangkan agen-agen infentif tersebut termasuk COVID-19. Mekanisme sabun dalam membunuh mikroba di tangan adalah dengan merusak integritas membran sel (bakteri dan jamur) atau envelope (virus) karena efek surfaktan yang ada pada sabun tersebut. Selain sabun, pembasmi mikroba di tangan bisa menggunakan hand sanitizer sebagai antiseptik yang terbuat dari bahan seperti alkohol, sodium hipoklorit, asam sitrat, asam laktat, atau hidrogen peroksida.

USA Environmental Product Agency (EPA) merekomendasikan jenis asam sitrat, asam laktat, atau hydrogen peroksida sebagai bahan antiseptik yang relative aman dibandingkan dengan dari bahan klorin. Jenis klorin memberikan efek samping seperti reaksi hipersensitifitas pada kulit. Ada jenis bahan antiseptik yang berasal dari bahan alam, yaitu dari jenis tea tree oil (TTO) dari pohon wangi dan dari minyak daun salam (bay laurel oil). Kedua jenis minyak ini mampu menghambat replikasi virus SARS CoV pada kadar yang kecil, sebagai contoh minyak daun salam cukup dengan kadar 0,012% dapat mematikan 50% jenis virus SARS CoV. Jenis antiseptik yang lazim digunakan adalah dari alkohol pada kadar 60-75%. Namun, alkohol memberikan dampak kulit menjadi kering.

Selain kebiasaan hidup bersih dengan upaya menjaga kebersihan diri (higienis) menggunakan sabun atau antiseptik, masyarakat juga terdidik menjaga kebersihan lingkungan (sanitasi) menggunakan disinfektan. Berbagai kegiatan seperti menyemprot dinding, membersihkan lantai, bahkan inisiatif masyarakat menggunakan chamber disinfectant adalah wujud teredukasinya masyarakat akan kebersihan lingkungan. Bahan yang digunakan bisa bermacam-macam, baik kimia maupun alami. Salah satu bahan alami yang bisa digunakan adalah minyak terpentin (pine oil). Salah satu kelebihannya adalah dapat diaplikasikan untuk disinfektasi pada jenis metal, karena jika menggunakan jenis disinfektan asam-asam bisa korosif terhadap benda bermetal. Kelebihan lainnya adalah, minyak terpentin efisien yaitu dapat digunakan dengan pengenceran 1 banding 15 sampai 1 banding 30. Dwell time nya juga cukup singkat yaitu 10 menit saja. Dwell time waktu yang dibutuhkan suatu disinfektan selagi basah sampai kering sehingga efektif membunuh kuman mikroba.

Selain perilaku dengan menjaga sanitasi dan higienis, masyarakat terdidik secara kesadaran pribadi untuk menggunakan masker di tempat-tempat umum. Sebelum wabah COVID-19 ini melanda Indonesia, jarang kita dapati fenomena penggunaan masker secara massif. Sejatinya, masker bukan saja untuk menyaring partikel debu-debu halus atau residu polutan kendaraan bermotor, tapi juga untuk menghalangi masuknya berbagai agen infektif termasuk virus COVID-19. Ukuran virus ini antara 400-500 mikron sehingga cukup efektif ditahan dengan masker. Pendidikan kesadaran menggunakan masker ini sepatutnya terus dilanjutkan meski wabah COVID-19 ini nanti telah berlalu. Pasalnya, menjaga dan melindungi sistem pernafasan dari benda-benda asing yang bersifat toksis adalah cara efektif agar sistem pernafasan selalu sehat. Sebagaimana diketahui, lingkungan kita saat ini sudah dijenuhi dengan berbagai polutan udara dari kegiatan transportasi dan industri.

Baca juga: Tiap Rumah Adalah Sekolah

COVID-19 memberi hikmah terhadap kesadaran masyarakat hidup sehat, yang ditunjukkan dengan pentingnya menjaga stamina atau daya tahan tubuh. Berbagai produk-produk suplemen kesehatan yang mengandung vitamin C, Vitamin E laris manis di apotek maupun swalayan. Sejatinya, sistem kekebalan tubuh manusia bisa dibangun dari asupan nutrisi yang mencukupi. Bahan pembangun sistem kekebalan tubuh adalah jenis protein yang bisa diperoleh dari sumber nabati maupun hewani.

Pada kondisi tubuh yang prima, virus tidak dapat menginfeksinya sehingga disebut dengan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG), meskipun kemungkinan yang bersangkutan masih membawa virus tersebut (carrier). Pada saat berinteraksi dengan mereka-mereka yang memiliki faktor rentan, seperti orang-orang yang lanjut usia, penderita jantung, kanker, atau diabetes kemungkinan bisa menularkan virus tersebut. Itulah makna penting dari isolasi diri selama 14 hari di rumah bagi mereka yang termasuk OTG, terlebih yang berasal dari daerah zona merah yang disebut orang dalam pengawasan (ODP).

Sistem kekebalan tubuh juga berkembang dengan baik pada mereka yang mempunyai kebiasan konsumsi buah dan sayur. Hal ini karena kedua bahan makanan tersebut menyediakan fitonutrien seperti vitamin, mineral, asam-asam lemak rantai panjang tak jenuh dan asam-asam amino. Selain itu, sayur dan buah mengandung fitokimia yang bermanfaat sebagai imun booster seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, dll.

Produk-produk alami yang difermentasi seperti probiotik juga berdampak positif dalam upaya meningkatkan kesehatan. Produk solid-state fermentation seperti tempe yang difermentasi dari kacang kedelai menggunakan ragi bisa menjadi menu pilihan yang murah dan mudah didapat. Produk fermentasi menghasilkan nutrisi yang mudah diserap oleh tubuh. Detoksifikasi yaitu pengeluaran racun yang ada dalam tubuh kita sebagai penyebab lemahnya sistem kekebalan tubuh juga dapat dieliminasi dengan kecukupan memasukkan unsur-unsur bahan alami yang punya khasiat antioksidan. Jenis bahan alami utamanya yang memiliki warna-warna mencolok seperti merah, jingga, atau kuning.

Pendidikan masyarakat akan hidup sehat dalam suasana wabah COVID-19 juga terlihat dari berbagai upaya persuatif untuk rutin berolahraga. Aktivitas ini aman dilakukan dengan tetap memegang prinsip-prinsip pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti menjaga jarak dan memakai masker.  Olahraga termasuk jenis kegiatan yang mampu meningkatkan derajat kesehatan melalui mekanisme yang melibatkan konstraksi otot, dimana otot yang berkonstraksi ini seterusnya mengaktifkan enzim-enzim dalam tubuh seperti enzim 5-MAP Kinase. Fungsi enzim ini adalah mengatur keseimbangan metabolism dalam tubuh kita. Dengan sistem metabolism yang seimbang, daya tahan tubuh akan selalu terjaga dengan baik, dan berbagai agen infektif termasuk virus COVID-19 dapat dilawan oleh antibodi.

(Visited 88 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 Mei 2020
Close