34.8 C
Yogyakarta
18 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

Yayasan Abdurrahman Baswedan Gelar Syawalan Virtual Bersama Anies Baswedan

Yayasan Abdurrahman Baswedan menggelar syawalan keluarga besar yayasan bersama Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang juga cucu pahlawan nasional Abdurrahman Baswedan, melalui aplikasi meeting online ZOOM, Senin, (8/6), malam. Kegiatan ini diikuti keluarga besar Yayasan Abdurrahman Baswedan beserta jaringan dan mitra kerja.

Dalam sambutannya Anies Baswedan menceritakan penanganan Covid-19 di Jakarta. Ia berharap dalam penanganan pandemi Covid-19 Jakarta memberikan kontribusi gagasan kepada dunia. Hal tersebut terkait pidato yang disampaikannya dalam virtual meeting The Mayoral Meeting Cities Against Covid-19 (CAC) Global Summit 2020, 2 Juni yang lalu.

“Pertemuan tersebut dalam rangka berbagi informasi, terobosan, karena semua mengakui tidak ada walikota, gubernur, kepala negara bisa mengatakan kami siap menghadapi ini. Kerendahan hati ini penting karena kerendahan hari mengantarkan kita untuk belajar. Serta mau terbuka pada ide-ide,” jelas Anies.

Oleh karena itu, Jakarta sebagai megapolitan terbesar di belahan bumi selatan, ada di dalam orbit percakapan global. Indonesia punya terobosan, pengalaman yang ditawarkan pada dunia. Untuk itu posisi kita dalam dunia global bukan untuk menyerap saja, tetapi berbagi dan berkontribusi.

“Karena itu, dalam forum global posisi kita bukan menjadi pendengar tapi forum membagikan gagasan.” Ujarnya.

Selalu ada pertanyaan yang seringkali tidak terjawab, apa kontribusi Indonesia dalam perjalanan umat manusia dalam abad ke-21 ini. Sesungguhnya Indonesia pernah mencengangkan dunia ketika memutuskan untuk merdeka. Pendirinya, generasi relatif muda, yang mengemukakan konsep yang pada masanya mempesona, yaitu kesetaraan dalam artian sesungguhnya. Kemauan menggunakan bahasa bersama, kemauan mendirikan republik yang pendirinya kaum aristokrat tapi republik yang didirikan tidak memberikan privilige kepada aristokrat.

“Dunia terpesona dengan Indonesia, karena itu kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi di seluruh dunia. Saya rasa saat ini kita punya begitu banyak pemikiran kenyataan yang dijadikan kontribusi pada dunia. Tetapi kebanyakan dari kita memilih membatasi ruang pengaruh, membatasi ruang jangkauan terhadap ide dan gagasan,” paparnya.

Dalam kegiatan syawalan ini, sambutan disampaikan oleh Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina Yayasan Abdurrahman Baswedan. Dalam sambutannya Khamim menyampaikan pentinya menempatkan sains dalam penanganan Covid-19. Menurutnya sains harus dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan. Dengan sains pula, hendaknya masalah-masalah warga dapat dicarikan pemecahannya.

Untuk itu, ia mengajak akademisi maupun publik secara luas, untuk bersama-sama memperbanyak sosialisasi dan publikasi kajian ilmiah.

“Yayasan Abdurrahman Baswedan sendiri menjadikan website arbaswedan.id sebagai ruang yang dapat kita optimalkan bersama untuk silaturahmi pemikiran untuk memperkuat arus mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu saya mengundang Bapak Ibu untuk dapat terus bersedekah ilmu melalui website tersebut,” tandas Khamim.

Syawalan keluarga besar Yayasan Abdurrahman Baswedan ini juga diisi dengan pembacaan Piagam Pendirian Yayasan oleh Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si Guru Besar Fakultas Filsafat UGM dan penyampaian hikmah syawal oleh Prof. Dr. Chairil Anwar, M.Sc Guru Besar Kimia UGM. Syawalan sendiri diikuti lebih dari 200 peserta yang tergabung dalam ruang meeting online ZOOM.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA